Pembiasaan Sholat Dhuha SDN 42 Turungeng Lappae

Berita8 Dilihat

Setiap hari Jum’at, siswa UPTD SDF SD Negeri 42 Turungeng Lappae Kecamatan Donri-Donri Kabupaten Soppeng melaksanakan kegiatan shalat dhuha, memanfaatkan lokasi teras sekolah sebagai tempat sholat dhuha berjamaah untuk guru dan murid. Mereka melakukannya secara bersama sama.

Menurut Helmi, S.pd,Gr selaku guru pengajar, tujuan diadakannya shalat dhuha setiap hari jum’at adalah untuk membentuk karakter siswa agar gemar melaksanakan shalat sunnah yang dianjurkan oleh Nabi Muhammad SAW. Salah satunya adalah shalat dhuha. Kegatan shalat dhuha juga untuk membangun keimanan yang kuat dan mengajarkan tentang keutamaan shalat dhuha.

Tujuan pembiasaan ini adalah, pertama membiasakan siswa untuk melaksanakan shalat dhuha. Kedua, memberikan ketenangan sebelum kegiatan belajar mengajar dimulai. Ketiga, membentuk akhlak dan karakter siswa yang baik. tuturnya, Jum’at 3 Mei 2024.

Sementara itu Andi Mukhlis Mursang S.pd.Gr selaku kepala sekolah mengatakan bahwa sangat mendukung program sholat dhuha bagi siswa . Hal tersebut dikatakan akan memiliki dampak yang sangat positif bagi siswa.

“Pada prinsipnya, sangat mendukung program-program seperti ini karena banyak bermanfaat bagi siswa. Apalagi sekarang ini krisis moral bagi bangsa dan dengan adanya kegiatan ini kita harapkan generasi kedepan merupakan orang yang benar-benar menjaga moralnya,”

Bahkan pihaknya berharap kedepan agar sholat dzuha dan kegiatan olahraga tetap dilanjutkan. Dengan begitu generasi muda kedepan benar-benar yang memiliki akhlak yang baik dan menjadi pemimpin masa depan yang diharapkan.

Lanjut,kepala sekolah juga berharap agar
semua siswa dan guru melaksanakan senam pagi. Senam pagi merupakan suatu aktifitas fisik yang sangat perlu diadakan secara rutin untuk menjaga kesegaran jasmani para siswa di sekolah dan merupakan salah satu aktifitas jasmani yang efektif untuk membantu pertumbuhan dan perkembangan mereka.

Lalu, Pertumbuhan dan perkembangan anak secara umum dan siswa sekolah secara khusus perlu mendapat prioritas utama untuk membangun fondasi yang kokoh bagi perkembangan mereka selanjutnya sehingga diharapkan para siswa akan menjadi generasi penerus yang sehat secara fisik dan mental.

“Gerakan-gerakan pada senam pagi selain melatih otot-otot pada tubuh juga melatih gerakan motorik pada anak. Dengan gerakan motorik yang terlatih, diharapkan anak, dalam hal ini siwa dapat lebih terampil dan kreatif dalam melakukan aktifitas sekolah sehari-hari” Selain itu, “gerakan senam pagi juga dapat melancarkan peredaran darah sehingga siswa lebih sehat dan segar, mencegah siswa agar tidak mengantuk dan bermalas-malasan di kelas. Paparan sinar matahari pagi juga bagus bagi siswa karena kandungan vitamin D alaminya”. Jika siswa sehat dan bugar secara fisik, maka kemampuan konsentrasi mereka akan meningkat dan memudahkan mereka untuk menangkap pelajaran yang diberikan oleh guru didalam kelas. tutup Andi Mukhlis.

Tinggalkan Balasan

Alamat email Anda tidak akan dipublikasikan. Ruas yang wajib ditandai *